Kesenjangan yang Terlihat dari Tangga
Film Parasite karya sutradara Bong Joon-ho berhasil menggambarkan kesenjangan sosial di Korea Selatan melalui pemilihan lokasi yang brilian. Tangga curam di kawasan Mapo-gu menjadi simbol paling kuat dari ketimpangan ini. Dalam film, keluarga Kim harus menuruni tangga-tangga ini untuk sampai ke rumah semi-bawah tanah mereka, secara harfiah menggambarkan posisi sosial mereka di bawah.
Kawasan ini merupakan salah satu area tertua di Seoul dengan gang-gang sempit yang berkelok dan rumah-rumah sederhana yang berdempetan. Setelah film memenangkan Palme d'Or di Cannes dan empat penghargaan Oscar, tangga ini menjadi destinasi wisata yang sangat populer. Pengunjung dari seluruh dunia datang untuk berfoto dan merasakan suasana yang sama seperti dalam film.
Penting untuk diingat bahwa kawasan ini masih merupakan pemukiman warga, jadi pengunjung diharapkan menghormati privasi penghuni setempat dan menjaga ketenangan, terutama pada malam hari.
Kontras Kekayaan dan Kemiskinan
Di sisi lain kota, kawasan Seongbuk-dong mewakili dunia keluarga Park yang kaya raya. Meskipun rumah keluarga Park dalam film adalah set yang dibangun khusus di studio, lingkungan sekitar Seongbuk-dong dengan rumah-rumah mewah dan jalan-jalan yang lebar memberikan gambaran nyata tentang kehidupan kelas atas Seoul.
Kontras antara kawasan Mapo-gu yang padat dan Seongbuk-dong yang lapang menjadi metafora visual yang kuat. Dengan mengunjungi kedua lokasi ini, wisatawan bisa memahami lebih dalam pesan yang ingin disampaikan oleh Bong Joon-ho tentang kesenjangan sosial yang ada di masyarakat Korea modern.
Film ini juga menginspirasi pemerintah Seoul untuk merenovasi rumah-rumah semi-bawah tanah (banjiha) dan meningkatkan kondisi kehidupan di kawasan-kawasan yang kurang mampu. Kunjungan ke lokasi-lokasi ini memberikan perspektif yang berharga tentang realitas sosial di balik kemewahan Seoul yang terlihat di permukaan.