Kembali ke Era Akhir Joseon
Mr. Sunshine membawa penonton ke masa peralihan Korea pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, periode yang penuh gejolak sejarah. Drama ini berhasil merekonstruksi suasana era tersebut dengan sangat detail, dan pemilihan lokasi syuting memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer yang autentik. Desa Budaya Daejeon menjadi lokasi utama yang diubah menjadi pemandangan kota Hanseong era Joseon.
Bangunan-bangunan tradisional Korea yang masih terjaga dengan baik di Desa Budaya ini memberikan latar yang sempurna untuk menggambarkan kehidupan aristokrasi Joseon. Detail arsitektur, mulai dari atap hanok yang melengkung hingga halaman-halaman batu yang rapi, semuanya berkontribusi pada kesan visual drama yang menakjubkan.
Pengunjung yang datang ke sini bisa merasakan langsung suasana Korea kuno. Banyak area yang masih mempertahankan tampilan aslinya seperti saat digunakan untuk syuting, menjadikannya pengalaman yang sangat imersif bagi penggemar drama.
Benteng dan Kuil Bersejarah
Benteng Ganghwa di Incheon menjadi lokasi penting lainnya dalam Mr. Sunshine. Benteng ini memiliki sejarah nyata sebagai lokasi pertahanan Korea terhadap invasi asing, sehingga sangat cocok digunakan untuk adegan-adegan pertempuran dalam drama. Dari atas benteng, pengunjung bisa menikmati pemandangan selat yang memisahkan Pulau Ganghwa dari daratan utama.
Kawasan sejarah Gyeongju, yang dikenal sebagai "museum tanpa dinding" Korea, juga menjadi salah satu lokasi syuting. Kuil-kuil kuno dan taman-taman bersejarah di Gyeongju memberikan latar belakang yang menambah kedalaman visual drama ini. Gyeongju sendiri merupakan bekas ibu kota Kerajaan Silla dan menyimpan banyak peninggalan bersejarah.
Perjalanan ke lokasi-lokasi syuting Mr. Sunshine bisa menjadi tur sejarah Korea yang sangat berharga. Disarankan untuk mengalokasikan 3-4 hari agar bisa menjelajahi semua lokasi tanpa terburu-buru.